Proyek Irigasi Dusun Gumining Beraroma Mark Up Anggaran, Mat Yasir Blokir Nomor Wartawan
GRESIK, mediasurabaya-news.com- Anggaran Rp100 juta mengalir ke proyek pemeliharaan jaringan irigasi tersier di Dusun Gumining, Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik. Namun ketika fisik pekerjaan dilihat dari dekat, sederet kejanggalan justru muncul: material berbeda-beda, konstruksi terlihat berongga dan retak, sementara informasi teknis proyek tidak terpampang lengkap.
Proyek yang bersumber dari APBN Tahun 2026 melalui Kementerian Pertanian tersebut dikelola Kelompok Tani yang diketuai Mat Yasir.
Di lokasi ditemukan sedikitnya tiga macam pasir dengan warna dan karakter berbeda yang digunakan pada pekerjaan saluran dan tembok penahan tanah. Semen yang dipakai bermerek Merdeka, bukan Semen Gresik yang umum digunakan masyarakat sekitar. Informasi harga di tingkat lokal menyebut selisih keduanya sekitar Rp20 ribu per zak.
Penggunaan material yang lebih murah tidak otomatis berarti penyimpangan. Persoalannya menjadi berbeda apabila harga, mutu atau spesifikasi material yang dibeli tidak sama dengan yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Fisik pekerjaan turut menyisakan pertanyaan. Pada sejumlah titik terlihat rongga dan retakan pada pasangan konstruksi. Pemeriksaan teknis diperlukan untuk memastikan apakah komposisi adukan, kualitas agregat, pengerjaan serta hasil akhirnya telah memenuhi spesifikasi yang direncanakan.
Papan proyek juga tidak banyak membantu publik membaca pekerjaan tersebut. Nilai anggaran tercantum, tetapi rincian mengenai panjang saluran, volume pekerjaan, dimensi konstruksi serta spesifikasi teknis tidak terlihat dijelaskan secara lengkap.
Sorotan semakin tajam setelah proyek tersebut dibandingkan secara visual dengan pekerjaan irigasi bernilai sekitar Rp100 juta di wilayah lain yang disebut memiliki bentang lebih panjang. Perbandingan itu memang belum cukup membuktikan mark up karena setiap proyek dapat memiliki spesifikasi berbeda. Namun justru karena itu, RAB dan volume fisik menjadi kunci.
Saat dikonfirmasi, Sabtu (3/10/2026) mengenai tiga jenis pasir, penggunaan semen, panjang pekerjaan, volume serta realisasi anggaran, tidak ada jawaban.
Nomor yang digunakan untuk meminta klarifikasi kemudian diketahui telah diblokir oleh Mat Yasir.
Kini persoalannya dapat diuji tanpa banyak kata: buka RAB, buka nota pembelian, ukur volume bangunan, periksa mutu material, lalu cocokkan seluruhnya dengan Rp100 juta yang telah dialokasikan.
Temuan di Dusun Gumining direncanakan diteruskan kepada instansi terkait untuk meminta pemeriksaan administratif dan teknis.
Rp100 juta sudah turun. Bangunan sudah berdiri. Sekarang tinggal satu pekerjaan yang tidak bisa diblokir: mencocokkan uang negara dengan apa yang benar-benar terpasang di lapangan. (REDAKTUR PT.MSR)